Beribadahlah Dengan Adab dan Ilmu

Beribadahlah Dengan Adab Dan Ilmu

Hasil gambar untuk mekkah

2 syarat agar ibadah kita di terima Allah:

  1. Ikhlas karena Allah.
  2. Mengikuti tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (ittiba’).

Ibadah haruslah ikhlas karena Allah bukan karena ingin di puji atau selainnya yang dituju bukan kepada Allah

dan Ibadah harus-lah mencontoh nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam karena Allah mengutusnya sebagai pembawa syariat terakir dari Allah, maka ibadah haruslah mencontoh apa yang beliau ajarkan bukan ibadah yang kita buat-buat sendiri.



Ibadah yang di buat-buat bukan berdasarkan dalil dan tidak pernah di contohkan oleh nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam berati Ibadah itu tertolak.

Betapa banyak dari masyarakat kita masih menjalankan ritual sesat atau ibadah yang tidak beliau ajarkan contohnya seperti dzikir berteriak-berteriak ALLAH!!! mereka menyebuat nama ALLAH dengan keras-keras seperti orang yang kurang waras.  

Padahal ada banyak sekali dzikir yang agung, yang berat di timbangan amalan dan juga tidak perlu berteriak-berteriak bisa dilakukan dimana saja kapan saja dan tidak perlu dalam keadaan ber-wudhu.

contohnya dengan menyebuat "subhanallahi wa bihamdih, subhanallahil ‘azhim"
Dalil:
“Dua kalimat yang dicintai oleh Ar Rahman, ringan diucapkan di lisan, namun berat dalam timbangan (amalan) yaitu subhanallahi wa bihamdih, subhanallahil ‘azhim (Maha Suci Allah, segala pujian untuk-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Mulia).” (HR. Bukhari no. 7563 dan Muslim no. 2694)


cukup dengan mengucap "subhanallahi wa bihamdih, subhanallahil ‘azhim" sangat mudah namun berat di timbangan, rasulullah saw sendiri yang bersabda demikian.

lalu masih-kah anda melakukan amalan atau ibadah yang tidak Allah perintahkan dan nabi kita tidak contohkan???    Sudah capek-capek eh amalan tersebut tidak di terima bahkan mungkin bisa menjadi dosa bila mana terdapat kesyirikan di dalamnya.


beribadah-lah dengan Ikhlas (beribadah hanya kepada Allah bukan selainnya)
dan beribadah-lah dengan ibadah yang beliau ajarakan bukan ibadah yang di buat-buat


“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak” (HR. Muslim no. 1718) 

....Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka” (HR. An Nasa’i no. 1578, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan An Nasa’i)

Comments

Popular posts from this blog

BENARKAH MUSIK ITU HARAM DALAM ISLAM?

HUKUM ISBAL (CELANA DI BAWAH MATA KAKI)